[CiSa] Chapter 10 (end): Move Forward

It’s been almost a year since the Mount Everest tragedy. Segalanya berubah sejak kepergian Satria mengejar mimpinya mendaki puncak dunia. Kedua keluarga berusaha untuk berlapang dada menerima ketetapan Allah. Sasi, putri mungil Citra dan Satria, yang lahir dalam keadaan prematur dengan bobot sangat kecil dibanding bayi normal lainnya, kini menjadi penghiburan bagi seluruh keluarga. Kehadiran…

[CiSa] Chapter 9: Lost

“Family of Mr. Pramono,” seorang suster berpakaian hijau-hijau dengan tutup kepala berwarna senada keluar dari ruangan Operatie Kamer, atau ruangan operasi di Khunde Hospital, tidak jauh dari Namche Bazaar. Panggilan itu membuat Bayu dan Yoga sontak bangkit dari duduk panjangnya di ruang tunggu keluarga pasien. “Doctor Norbu will speak to you about the details. Please…

[CiSa] Chapter 7: Little Miracle

“Maaa … Mamaa … Aku ngompolnya enggak mau berhenti nih,” jerit Citra kala melihat sejumlah cairan transparan mengalir di sela tungkai jenjangnya. Mama Rien yang mendengar teriakan Citra, tergopoh-gopoh menghampiri gadis bontotnya. “Astaghfirullah, itu bukan ngompol. Paaa … Citra pecah ketuban!!!” Gantian Mama Rien yang menjerit sebelum kemudian bersegera bersama Papa Roy melarikan Citra ke…

[CiSa] Chapter 6: Pudar

“Nduk….” sayup-sayup suara Bunda Vay memanggil. Citra berusaha membuka matanya perlahan. Berat. Kepalanya terasa habis dipukul palu godam yang amat besar. Sakit sekali. Pandangan yang samar-samar pelan-pelan menjadi jelas. Bunda Vay menggenggam jemari Citra. Ayah Danu berdiri mengobrol dengan Papa Roy di sudut kamar. Sementara Mama Rien berada dalam pelukan Sarah. Mata Citra menyapu seluruh…

[CiSa] Chapter 5: Black Hole

“Beb, Alhamdulillah aku sudah sampai di Kathmandu. Dari sini kita akan terbang ke Lukla, naik pesawat kecil. Habis itu, naik heli ke Namche Bazaar, menuju ke trek Everest. I’m so excited yet nervous, beb! We’re getting closer to Everest! Please pray for me,” Baru saja Citra selesai melipat mukenanya selepas Shalat Dzuhur, ketika pesan WhatsApp…

[CiSa] Chapter 4: Puncak Dunia

“Siapa aja yang ikut, yang?” Citra menggigit-gigit ujung kukunya sambil berjalan mondar-mandir saat Satria merapihkan bawaan ke dalam carriernya yang berwarna merah. “Damar, Yudha, Fauzan, Adrian, Tatang, sama aku, deh,” Satria fokus memilih barang-barang yang perlu dibawanya dengan cermat. Matanya menelisik checklist yang dibuatnya. Senter, sleeping bag, tenda, flysheet, tali pursik, water bladder, teropong, dan…

[CiSa] Chapter 3: Harum Manis

“Sayur bening, kolak ubi Good morning, bebi….” Matahari masih malu-malu menampakkan dirinya, ponsel Citra sudah berbunyi menerima pesan WhatsApp dari Satria yang sedang bertugas ke luar kota. Citra senyum-senyum malu membaca pantun gombal dari lelaki gagah kekasih hatinya itu. Beginilah hobi baru Satria kalau sedang ke luar kota. Kirim rayuan macam anak ABG saja. Benar…

[CiSa] Chapter 2: Hijau Muda

“Yang … bangun, yang…” Citra mengguncang lembut bahu suaminya yang terlelap.   “Mmmmmhhh … kenapa, beb?” Satria menjawab sambil tetap terpejam. Lembur berhari-hari ditambah jalanan Jakarta yang semakin tidak bersahabat, membuat otot dan tubuhnya lelah luar biasa. Memang benar ibukota lebih kejam daripada ibu tiri! “Aku pengen, yang….” Citra merayu sambil mencium pipi suaminya yang…

[CiSa] Chapter 1: Janur Kuning

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ Barakallahulakuma wa baraka’alaykuma wa jama’a bainakuma fii khoir “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan” (HR. Abu Dawud no. 2130) Satu persatu tamu bergantian mengucapkan doa indah yang diajarkan Rasulullah Shalallahu’Alayhi Wa Sallam bagi…

Alone

“Hoaaahhhhmmm…,” Andjani menguap terbangun dari tidurnya. Rupanya dia tertidur di meja kerja di kantornya. Matanya melirik jam di sudut layar komputernya. 16:58. Hmm, masih sore. Aneh, kok bisa ya ketiduran sore-sore di kantor?  Pandangannya menyapu seluruh ruangan. Sepi. Tak tampak seorangpun. Tumben. Padahal biasanya jam segini, kantornya masih ramai. Hanya terdengar deru AC central yang menambah hawa dingin di divisi kreatif kantornya….