Best Friends – Chapter 4

Chapter 4: Under The Pine Tree

Matahari telah berganti tugas dengan bulan sejak 4 jam yang lalu. Alyssa tenggelam di tengah keasyikan kisah seorang gadis dengan 16 kepribadian. Buku yang kemarin dipinjamnya dari public library.

Bluk.

Alyssa menutup buku Sybil yang selesai dilahapnya hanya dalam waktu satu hari.

Buku yang sangat menarik. Alyssa jadi teringat sebuah film M. Night Shyamalan yang berjudul ‘Split‘. Sama-sama berkisah tentang manusia yang memiliki banyak kepribadian dalam satu tubuh.

Hmm, apakah gadis tadi siang yang memutus sayap kupu-kupu, juga punya beberapa kepribadian seperti Sybil? Begitu pikir Alyssa. Bukan tanpa alasan, sorot mata gadis yang bernama Marjorie itu menyiratkan kepuasan yang sangat tatkala menyobek sayap kupu-kupu dan menginjak tubuh serangga kecil itu. Setelah itu, dia bisa tersenyum lebar persis seperti Joker yang tepat menusuk jantung Alyssa. Merinding dibuatnya.

Alyssa jadi penasaran, ingin mencari tahu lebih lanjut mengenai Sybil dan Marjorie.

Mikayla Mallek on Unsplash @mikaylamallek

Dikuasai rasa ingin tahu, Alyssa membuka Macbook miliknya dan mulai berselancar di internet menggali informasi.

Sama seperti halnya sebuah buku, dunia maya sungguh sebuah semesta tanpa dinding penghalang. Alyssa menjelajah menembus batas waktu dan tempat, memuaskan dahaganya mencari apa yang ingin diketahuinya. Dari satu laman ke laman lainnya. Seringkali Alyssa tersesat di tengah belantara dunia digital ini.

Hingga beberapa jam kemudian, telunjuknya yang klik sana sini mendaratkannya di sebuah laman berjudul ‘Creepypasta’.

Menarik. Pekik Alyssa.

Matanya mulai membaca satu persatu tulisan yang ada di laman itu.

Perhatiannya tertuju pada beberapa artikel tentang penampakan sosok tubuh berukuran tinggi melebihi manusia normal tanpa wajah. Alyssa betul-betul tenggelam dalam berbagai tautan yang memberitakan makhluk itu. Ribuan kesaksian dibagikan orang-orang di seluruh penjuru negeri, mengatakan bahwa mereka pernah melihat Slender Man. Bahkan, beberapa di antaranya menyertai kesaksiannya dengan bukti foto keberadaan manusia setinggi pohon itu.

Alyssa bingung, bagaimana bisa berita tentang sosok ini tidak sekalipun ditayangkan di televisi, radio, ataupun surat kabar nasional?

Apakah makhluk ini adalah alien atau makhluk astral? Apakah makhluk ini seharusnya berada di Area 51? Mengapa keberadaannya dirahasiakan oleh pemerintah? Alyssa menerka-nerka di dalam hati.

Wujud sosok aneh itu seolah keluar dari layar laptopnya dan memasuki benaknya. Hingga menjelang waktu tidur, Alyssa terus saja terbayang-bayang akan penemuannya hari itu. Makhluk aneh berjas rapih tanpa wajah. Bentuknya seperti pohon yang dipakaikan baju. Tingginya pun setinggi pohon pinus.

Slender Man.

Hello. Nice to meet you. Alyssa merasa excited akan perjumpaannya dengan sosok dari Creeepypasta itu. Malam itu, Alyssa bertemu sang manusia pohon berjas hitam dalam mimpinya. Slender Man membisikkan sesuatu padanya di bawah pohon pinus.

Click image to find source.

Based on real case of “Slender Man Stabbing”

Cover Image by

https://res.cloudinary.com/twenty20/private_images/t_standard-fit/photosp/69a321eb-06dd-4254-a86f-cea8d0c5e739/stock-photo-shadow-winter-tree-forest-silhouette-night-black-and-white-pine-tree-fog-69a321eb-06dd-4254-a86f-cea8d0c5e739.jpg
Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *