Life of A Married Muslim Couple (Day 2)

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Hello again!! Masih di tantangan yang sama di Zona 5, dengan buku yang sama, yaitu buku “Surat Terbuka untuk Para Istri”, yang ditulis oleh Ummu Ihsan & Abu Ihsan al-Atsari. Hari ini, saya membaca bab 2 yang berjudul “Rumah Tangga adalah Ladang Kebaikan”.

Project Quote

Quote Day 2

Pas baca bab 2 ini, saya betul-betul merasa tertegun. Begitu istimewanya menjadi seorang istri. Padahal hadits ini sudah berkali-kali saya dengar dan baca. Tapi kali ini, penjabaran yang disampaikan penulis, luar biasa membuat saya bersyukur berkali-kali. Ini dia hadits-nya:

Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1:191 dan Ibnu Hibban, 9:471. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 1932 bahwa hadits ini hasan lighairihi).

Wanita bisa memilih masuk surga dari pintu mana saja apabila memenuhi 4 syarat yang disebutkan dalam hadits di atas. Tuh, saya bold bagian yang menohok. BETUL-BETUL MENJAGA KEMALUANNYA DARI PERBUATAN ZINA dan BENAR-BENAR TAAT PADA SUAMINYA. Privilege ini hanya didapatkan oleh wanita yang sudah menikah. Alias sudah menjadi istri.

Dengan menikah, seorang wanita menjaga kemaluannya dari perbuatan zina. Dan hanya perempuan menikah saja yang bisa taat pada suaminya. Kalau perempuan jomblo, masa taat pada suami orang? Heheheee… Begitu istimewanya, kan.

Saat menikah, suami bisa jadi ladang kebaikan seperti di atas, bisa juga menjadi ladang keburukan. Kalau imbalan suami menjadi ladang kebaikan adalah surga, ya saya memilih berbakti sama suami, dong. Dikatakan suami menjadi ladang keburukan, salah satunya adalah perempuan yang kufur terhadap pemberian suaminya, dia akan sulit masuk surga, bahkan bisa menjadi penghuni neraka. Naudzubillaahimindzaliik. Contoh sederhananya begini, perempuan kan kalau lagi emosi suka nyebelin, yah. Pas lagi kesal, trus bilang ke suami, “Tau enggak sih, aku nih capek, ngurus semuanya sendiri. Kamu mah enak, pulang kantor tinggal santai, aku masih ngurusin rumah.” Seolah-olah suami yang ganteng itu enggak pernah bantuin cuci piring, antar belanja ke pasar, atau beliin gehu pedas kesukaan si istri. Akibat istri emosi, kebaikan suami tidak ada yang tampak. Hayo ngaku, siapa yang suka gitu? Sssttt … diem-diem aja, ga usah angkat tangan.

Anyway, kalau seorang perempuan sudah disuruh memilih masuk surga dari pintu mana saja, berarti dia sudah memenuhi syarat-syarat untuk menjadi penghuni surga, dan menjadi salah satu bidadari surga. Duh, siapa sih, yang enggak mau jadi bidadari surga?

Buku ini sebetulnya sudah berulangkali saya baca, dan masih terus saya baca ulang, belum bosan. Setiap dibaca ulang, selalu saja timbul perasaan yang luar biasa. Seperti saat membaca bab 2 kali ini, saya semakin termotivasi lagi untuk bisa menjadi istri shalihah. Tantangan pasti ada. Apalagi, wanita kan makhluk emosional. Tinggal kita berusaha mengurangi gangguan syaitan, supaya bisa menjadi salah satu wanita yang memilih masuk surga dari pintu mana saja.

Tuh kan, pas nulis ini aja udah ngebayangin jadi bidadari surga. Meski dalam bayangan, di sekeliling suami juga sudah ada bidadari-bidadari lainnya. Tapi kan, eike bos bidadari.

Saya betul-betul merekomendasikan teman-teman yang membaca tulisan ini, untuk membeli buku ini. Highly recommended. Mau dibaca berapa kali tidak akan bosan. Semakin dibaca berulang, semakin memberikan motivasi.

Yuk, semoga kita nanti tetanggaan ya, di surga. Aamiin.

Share lagi ah, ini bukunya, ya….

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *