Don’t Kill Yourself

“Seorang gadis ditemukan gantung diri di kamar kos, diduga karena putus cinta. Seorang lelaki nekat lompat dari puncak gedung. Korban meninggal seketika di tempat kejadian.”

Surat Kabar X

Dilansir dari laman kompas.com, menurut WHO Global Health Estimates, kematian akibat bunuh diri (suicide rate) di Indonesia pada 2016 sebesar 10,5 orang/100.000 penduduk. Di mana presentase laki-laki yang bunuh diri lebih tinggi dibandingkan perempuan. Berdasarkan catatan Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat yang dipublikasikan 10 September 2020, jumlah kematian akibat bunuh diri di Indonesia sekitar 1.800 kasus per tahun.

Apa sih, yang menyebabkan bunuh diri?

Banyak sih, sebab bunuh diri. Mulai dari kehampaan dalam hati yang menyebabkan depresi, hingga kurang pahamnya pada agama, sehingga mudah diperdaya untuk bunuh diri. Contohnya kasus bom bunuh diri, dengan alasan jihad. Kalau boleh disimpulkan, semuanya bermuara pada iman.

“Duh, jangan bawa-bawa agama, deh,” begitu katanya. Tapi menurut saya, memang semua yang terjadi di dunia ini mau tidak mau harus dikaitkan dengan agama. Karena dunia ini ada yang punya. Dan pemilik dunia ini mengatur segala urusan dalam agama.

Coba pelan-pelan kita lihat beberapa kasus bunuh diri, ya.

Artis KPop, beberapa penyanyi lainnya di negara barat, bunuh diri disebabkan karena depresi. Depresi yang disebabkan kehilangan sahabat, cercaan orang lain, luka masa lalu, kelelahan yang teramat sangat, sehingga langkah bunuh diri diambil sebagai solusi.

Beberapa kasus bunuh diri lainnya juga ada yang disebabkan himpitan ekonomi, dililit hutang, putus cinta, merasa putus asa, kecemasan berlebih, merasa diri tidak berharga, sampai melihat bunuh diri adalah satu-satunya jalan keluar dari situasi yang tidak mengenakkan itu.

Balik lagi, semuanya bermuara pada iman. Apabila kita beriman pada yang diatur pada Rukun Iman, mempelajarinya, memahaminya, dan mengamalkannya, in syaa Allaah tidak akan ada keinginan untuk bunuh diri. Pasti ada jalan keluar atas semua masalah dan kerumitan hidup.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sementara mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al Ankabut: 2)

Tuh, kan. Yang susah bukan cuma satu dua orang aja, kok. Semua manusia diberikan ujian berupa kesusahan atau kenikmatan. Jadi, tetap semangat, jangan merasa diri kita yang paling susah. Jangan … banyak yang lebih susah dari kita, tapi mereka tetap optimis menjalani hidup. Ayo, jangan mau kalah sama syaitan.

Larangan bunuh diri

Apalagi, Allaah Subhanahu Wa Ta’ala melarang kita untuk bunuh diri, sebagaimana tercantum dalam surah An Nisa’ ayat 29-30,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا , وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisa’: 29-30)

Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wa Sallam juga bersabda,

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَىْءٍ عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya kelak pada hari kiamat Allah akan menyiksanya dengan cara seperti itu pula.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Misal, ada orang yang mati bunuh diri karena mencekik lehernya sendiri atau mati karena menusuk dirinya dengan benda tajam. Dalam hadits lain, dari Abu Hurairah, Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

الَّذِى يَخْنُقُ نَفْسَهُ يَخْنُقُهَا فِى النَّارِ ، وَالَّذِى يَطْعُنُهَا يَطْعُنُهَا فِى النَّارِ

Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan mencekik lehernya, maka ia akan mencekik lehernya pula di neraka. Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara menusuk dirinya dengan benda tajam, maka di neraka dia akan menusuk dirinya pula dengan cara itu.” (HR. Bukhari no. 1365)

Satu lagi dari Abu Hurairah, Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

وَالَّذِى يَتَقَحَّمُ فِيهَا يَتَقَحَّمُ فِى النَّارِ

Barangsiapa yang menceburkan dirinya ke dalam api, maka Allah akan menyiksanya di neraka dengan cara menyeburkan diri dalam api pula.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Janganlah mengikuti langkah orang Kuffar

Banyaknya kasus anak muda yang bunuh diri, kok saya jadi mikir, jangan-jangan karena mereka melihat kalau idolanya juga bunuh diri, saat menghadapi permasalahan yang dianggap sangat pelik.

Begini, kenapa para idola tersebut bunuh diri? Saya sempat baca, kalau dalam kepercayaan mereka, bahwa ada Reinkarnasi. Sederhananya, reinkarnasi dimaknai sebagai “terlahir kembali”. Banyak yang mengharapkan dengan mereka menyudahi hidupnya, mereka akan dilahirkan kembali dengan kehidupan baru (yang semoga lebih baik dari kehidupan mereka sekarang). Bahkan, tidak sedikit juga yang mendambakan berreinkarnasi menjadi bentuk selain manusia, misal menjadi burung, menjadi kucing, dan sebagainya.

Nah, dalam Islam kan, enggak ada reinkarnasi. Sedih banget, kalau baca anak-anak muda menghabisi nyawanya sendiri, karena merasa tidak ada jalan keluar sama sekali. Janganlah mengikuti langkah orang kuffar.

Lalu, apa solusinya supaya tidak bunuh diri?

Kenali gejalanya. Orang yang ingin bunuh diri biasanya karena merasa sudah membentur tembok di segala sisi. Dilansir dari Healthline, ciri-ciri orang yang ingin bunuh diri:

  • Merasa putus asa,
  • Terjebak dalam kehidupan,
  • Sendirian, mengaku tidak memiliki alasan untuk terus hidup,
  • Membuat surat wasiat atau memberikan barang-barang pribadi,
  • Menyakiti diri sendiri,
  • Kurang atau terlalu banyak tidur,
  • Makan terlalu sedikit atau terlalu banyak,
  • Melakukan hal sembrono,
  • Menghindari interaksi sosial dengan orang lain,
  • Mengekspresikan kemarahan atau niat untuk membalas dendam,
  • Menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau kegelisahan berlebih,
  • Mood swing,
  • Bicara tentang bunuh diri.

If this happens to you, segera cari pertolongan. Pertolongan pertama adalah segera mencari pertolongan dari Yang Maha Membolak-balikkan Hati. Ambil wudhu, shalat dua rakaat, adukan semuanya yang bikin kamu mumet, nangis sepuas-puasnya. Allaah Maha Mendengar, Allaah Ar-Rahman Ar-Rahiim, kasih sayang Allaah sungguh luas. Apalagi hamba yang memohon pertolongan. Allah Al Ghoffur mengabulkan doa-doa kita. Jangan berputus asa, ya. Pertolongan Allaah itu dekat.

If this happens to someone you know, segera bantu dia, bimbing dia. Jangan tinggalkan dia. Kasihan. Dia perlu shoulder to lean on. Ingatkan kembali pada kebaikan-kebaikan Allaah. Sampaikan bahwa bunuh diri itu dosa.

Apa tindakan pencegahan supaya tidak mengalami hal di atas?

Perbaiki hubungan dengan Allaah. Perbaiki kualitas ibadah kita. Pelajari Agama Islam ini dan berusahalah untuk menjalani dengan kaffah.

Yuk, tingkatkan taqwa kepada Allaah. In syaa Allaah, Allaah akan bantu menyelesaikan masalah kita.

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq: 2)

Juga siapa yang bertawakkal yaitu pasrah dalam setiap urusan, maka Allah akan beri kecukupan.

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”  (QS. Ath-Thalaq: 3)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *