Hidden Treasure

Apa jadinya kalau Michael Faraday menyerah di percobaan pertamanya? Bisa jadi, sekarang kita masih menggunakan lilin untuk penerangan, tidak bisa nonton TV, apalagi terkoneksi dengan HP ke seluruh penjuru dunia. Lha, gimana mau nyambung, wong listriknya saja tidak ditemukan? Alhamdulillaah, Allaah takdirkan Faraday menemukan listrik, sehingga manfaatnya bisa terus berkembang dan dinikmati selama berabad-abad oleh umat manusia.

Ada 4 poin penting dari upaya Faraday menemukan listrik:

  • Faraday mengerjakan sesuatu yang menjadi interest dan potensinya.
  • Faraday pantang menyerah, karenanya, dia tetap melakukan percobaan, meski mengalami ribuan kali kegagalan. Artinya ada passion di situ.
  • Faraday tidak bekerja sendirian. Dia tetap membutuhkan orang lain untuk bisa berkembang.
  • Keberhasilannya kini dapat dinikmati jutaan, bahkan mungkin milyaran manusia bila diakumulasikan sejak penemuan listriknya berhasil.

Inilah yang juga saya tarik sebagai intisari dari permainan kedua di Orientasi Kampung Komunitas Ibu Profesional. Bahwa setiap orang ingin memberi bermanfaat bagi manusia lainnya. Dalam bentuk sekecil apapun.

Sebagaimana tulisan dari Mbak Wahyu Mardhatillah, yang berjudul “Numpang Minum Air Putih” di Warta Warga, bahwa everyone matters. Tidak perduli sekecil apapun peran dan pencapaiannya. Beliau memberi contoh sangat sederhana, yaitu bagaimana seorang ibu bisa tetap mendidik anaknya di tengah kesibukan menjaga toko. Kelihatan sepele, tapi benar adanya, tidak ada yang tidak berarti di dunia ini. Bukankan Allaah juga memberikan pahala atas ibadah meski hanya sebesar buah zarrah?

Begitupun dengan kita. Meski peran kita tidak sebesar Faraday yang memberikan manfaat luar biasa yang (apabila dia seorang muslim) akan menjadi amla jariyah tanpa putus, but we does matter.

Di sinilah peran komunitas memegang peranan penting. Ibaratnya ibadah, lebih enak dijalankan apabila berjamaah. Soalnya jadi ada support system. Kita bisa banyak belajar dari member lain di dalam komunitas. Sebaliknya, kita juga bisa memberikan banyak untuk komunitas, keluarga, dan masyarakat. Simbiosis mutualisme, kalau kata Tika Waliyah dalam artikelnya yang berjudul “Komunitas dan atau keluarga.”

Saya sendiri merasakan betapa nikmatnya berjalan bersama Ibu Profesional. Saya bisa menemukan potensi saya yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui, yaitu menulis. Yang kemudian menjadi passion. Saya jadi ketagihan untuk terus menulis, agar tulisan saya barangkali bisa memberi dampak positif bagi yang membacanya, apalagi kalau diteruskan ke orang lain dan dipraktekkan dalam keseharian.

No one knows what is in him till he tries, and many would never try if they were not forced to.”

~ Basil W. Maturin ~

Saat mengerjakan lembar main kedua ini, saya juga membuat kapsul waktu, tentang apa yang bisa saya berikan untuk komunitas ini dalam 6 bulan mendatang. Yang pasti, saya selalu mencoba untuk selalu mengambil peran aktif dalam kegiatan yang diadakan Ibu Profesional. Beberapa kali saya menjadi Project Manager, editor, marcomm, dan juga Graphic Designer untuk buku yang dihasilkan Rumbel Menulis Ibu Profesional. And i intend to keep doing that. Apakah akan tercapai untuk 6 bulan ke depan?

Kapsul Waktu

Sejak bersama Ibu Profesional, banyak hidden treasures yang saya temukan. Selain potensi diri sendiri, juga value yang diberikan oleh Ibu Profesional. Ternyata, temuan saya ini sama dengan yang dialami oleh teman seangkatan di Ibu Profesional, Vivi Ermawati. Malahan, sahabat saya yang satu ini mendapat manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan saya. Itulah sebabnya dia merasa “berhutang” dengan Ibu Profesional, dan sebagai “balas budi”, beliau ingin selalu bisa aktif mengambil peran di komunitas Ibu Profesional sesuai dengan kemampuannya. Menurut saya, frase “sesuai kemampuan” dalam kamus dia ini, luar biasa, sih. Juggling mengatur waktunya itu, lho … keren. Kalau diibaratkan permainan, sementara saya masih asyik bermain ayunan, yang lebih fleksibel menyesuaikan kecepatan dengan kemampuan, sedangkan Vivi ini udah bisa jadi:

  • Jungkat jungkit, karena kemampuannya mengatur waktu
  • Bianglala, melihat dari atas untuk cakrawala yang lebih luas
  • Slider, berani mengambil resiko
  • Bola bekel, resisten

Memasuki arena bermain di Ibu Profesional ini benar-benar bisa membantu saya (dan juga Vivi) untuk menjadi versi diri sendiri yang lebih baik dari hari ke hari. Ingat, everyone matters.

#AliranRasa2 #BabakMain2Orientasi #KampungMainKomunitas #KomunitasIbuProfesional

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *