Let’s Grow

Sejak jaman kita semua Sekolah Dasar sampai tes masuk di perusahaan, kita terus menerus dihadapi dengan yang namanya tes IQ, alias tes kecerdasan intelektual. Semua kemampuan kerja otak dalam hal nalar, kemampuan akademis, menjadi hal penting yang digadang-gadang. Skor IQ yang tinggi menumbuhkan kebanggaan bagi diri sendiri dan orang tua. Sebaliknya, mereka yang berada di angka dua digit merasa dirinya bodoh, orang tua juga merasa kecewa, karena kecerdasan anaknya berada di bawah rata-rata.

Benarkah kecerdasan intelektual menjadi satu-satunya yang menentukan kecerdasan seseorang?

Kenyataannya, orang dengan kecerdasan intelektual tinggi, tidak selalu bisa mencapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup.

Zona 3 Kelas Bunda Sayang, saya berkesempatan untuk belajar bagaimana melejitkan kecerdasan dengan tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual (IQ), tapi juga kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Prakteknya dengan membuat family project. Dan ini seru bangeeeeeeettttttt!!!!

Melejitkan Kecerdasan

Ini dia bocorannya, bagaimana melejitkan kecerdasan. Tidak hanya akal, tapi juga emosional dan spiritual.

Dari sini, kami diminta untuk membuat family project, yang melibatkan seluruh elemen di atas. Worksheet-nya seperti ini:

Seru dan Berat

Sebetulnya, family project adalah sesuatu yang biasa kita (termasuk saya) lakukan setiap hari. Bener, nggak? Dengan adanya challenge ini, dalam menjalankan family project jadi lebih seru sekaligus berat. Kok bisa?

Seru, soalnya jadi bisa merencanakan lebih matang dan bisa evaluasi. Apa saja yang kurang? Apakah yang saya lakukan sudah memenuhi syarat 3 kecerdasan tersebut?

Sedangkan yang bikin berat adalah harus bikin jurnal setiap hari, minimal 10 jurnal harian, yang dilengkapi foto. Ibarat menulis buku diari. Omaigatttt … untuk saya yang jarang mengabadikan momen family project dan menulis kisahnya sebagai “laporan kegiatan”, jujur terasa berat. Jadi seringkali saya terlewat jepret momennya, dan memilih untuk mengerjakan jurnal dengan cara direkap untuk setoran setiap 3 hari sekali.

Semisal salah satu family project kami, yaitu mengecat tembok. Terlalu asyik mengerjakan setiap langkah dalam proses mengecat tembok, jadi lupa cekrek cekrek upload. Ya sudah lah, dengan menerapkan EQ, saya berusaha menata hati agar tidak jadi bete. Ditambah dengan SQ, sehingga saya meyakini bahwa kelupaan saya ini juga bagian dari ketentuan Allah. Di ujung project, saya memilih untuk being happy daripada mudah kemrungsung dan kesal dengan keadaan yang tidak sesuai perencanaan.

Let’s Grow

Akhir kata, i am glad, karena dengan adanya challenge ini, kami sekeluarga jadi bisa bertumbuh.

#aliranrasabundasayang #petualangansobatualangzona3 #cerdasemosidanspiritual #sahabatterbaik #familyproject

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *