Ramadhan Seru Bersama Hamzah dan Syifa

Peran saya sebagai editor yang diberdayakan untuk berbagai fungsi, termasuk tim kreatif di komunitas Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional menjadi pertimbangan utama saat Kapten Rumbel — Dwiagris Tiffania, memberikan tanggung jawab bagi saya menjadi leader untuk tim aktivitas pada buku anak pertama kami. Di sini, saya masih menggunakan nama asli. Belum terpikirkan untuk memiliki nama pena. Apa hayo, nama asli saya? Cari saja di list kontributor dan editor yang inisialnya ADV.

Gagasannya adalah membuat buku anak full ilustrasi bertema Ramadhan untuk anak. Karena di dalamnya akan ada gambar makhluk hidup, maka saya mengingatkan kepada kapten untuk meniadakan wajah para tokoh, agar kami tidak kena hisab di akhirat nanti.

Buku yang disusun oleh 30 kontributor ini terdiri dari 3 bagian, yaitu:

  • Cerita mini (2 halaman untuk setiap judul)
  • Fakta menarik
  • Aktivitas

Sebagai leader tim aktivitas, saya memastikan bahwa aktivitas yang diusulkan 10 kontributor memenuhi syarat:

  • Sesuai dengan target pembaca
  • Sesuai dengan syariat Islam
  • Unik

Sebagian besar tim kontributor tidak bisa menggambar. Jadi materi yang disetorkan kepada saya berupa tulisan. Adalah tugas saya memahami narasi dan panduan ilustrasi yang diberikan. Untuk meminimalisir kesalahan pada proses illustration development oleh ilustrator, saya membuat brief lengkap berupa visual menggunakan Adobe Photoshop.

Hasilnya? Ealaaaa … ilustrator beneran menuangkan plek ketiplek seperti desain saya. Padahal mah maksudnya mereka boleh membuat dengan versi mereka sendiri. Tapi akhirnya jadi lebih menghemat waktu, sih.

Beberapa kontributor yang akhirnya tidak mampu mengumpulkan materi, membuat saya harus segera bertindak. Bersama kapten, kami berdua mendiskusikan jenis aktivitas apa lagi yang bisa kami masukkan ke dalam buku.

Solutif

Setelah seluruh naskah sudah matang terkumpul, ilustrasi juga sudah saya cek satu persatu. Everything seems fine.

Ternyata tidak semulus itu, Ferguso. Penerbit kami tiba-tiba menyatakan ketidak sanggupan untuk mencetak buku yang tenggat terbitnya adalah 30 hari lagi. Oh NO! Tapi penerbit juga tidak ingin melepaskan hak penerbitnya. Intinya, kita diminta mencari percetakan sendiri.

Semalaman, saya bersama kapten berselancar di dunia maya mencari percetakan. Sampai saya mimpi menginap di sebuah percetakan milik sepasang suami istri yang sudah sepuh, karena harus quality control buku kami. Hahahahaa, gitu deh, perempuan kan suka kepikiran apa-apa. Sampai tidur aja mimpinya kerjaan.

Keesokan harinya, saat saya sedang mengantar ibu ke Rumah Sakit, saya terus tektokan dengan kapten untuk percetakan, dan akhirnya kami menemukan percetakan di daerah Depok, yang bisa melakukannya. Jadilah saya mengantar ibu saya pulang dulu setelah dari Rumah Sakit Haji Jakarta Timur, lalu langsung meluncur ke Cano Printing di Jalan Margonda, Depok. Soalnya ibu kapten kan PNS, ngantor. Jadi enggak bisa ikutan nge-bolang.

Di sana, saya berdiskusi dengan marketing Cano, mengenai layouting dengan Adobe In Design, format materi yang harus diberikan, detail kertas, timeline, negosiasi harga, mekanisme pembayaran, sampai teknis pengiriman buku. Di situlah saya merasa lega. Legaaa, banget. Allaah kasih solusi untuk permasalahan kami.

Oh iya, kami juga membuat merchandise berupa tas serut dari bahan belacu dan notebook bergambar cover buku, untuk para kontributor dan pemenang challenge.

Promo

Optimalisasi peran saya sebagai pengurus di Rumbel Menulis IP Jakarta yang desain grafis, jadi yang namanya communication plan dan materi promo, saya juga yang ngerjain. Jadi, yang namanya poster, materi Instagram, X-Banner, untuk kepentingan promosi buku ini, menjadi amanah baru yang diserahkan kepada saya. Sebel? Enggak. Soalnya memang saya sudah cinta mati sama RBM IP Jakarta. Jadi, mau disuruh apa saja juga aku mah mau. Heheheee…

Teaser Cover
Teaser halaman Cerita Mini
Teaser Aktivitas
Promo Pre-Order
Challenge untuk Customer Engagement
Pengumuman Pemenang Challenge
Poster & Banner Promo
Alhamdulillaah 2000 Eksemplar!
Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *