Aksi Lima Sahabat: Selamatkan Bumi dari Sampah PART 1

Pada bagian pertama ini, akan saya ceritakan latar belakang kenapa buku ini lahir, sampai pada proses penyusunan struktur buku.

Jadi begini, waktu itu, Komunitas Ibu Profesional membuat kelas Hijrah Nol Sampah, yang dikomandoi penggiat hidup minim sampah, yang juga anggota Ibu Profesional Jakarta — Efi Femiliyah. Seneng banget waktu ada namaku di barisan yang berhak mengikuti kelas intensif terbatas. Soalnya enggak semua bisa masuk kelas hebat ini.

Can you find my real name? My initial is ADV

Nah, setelah mengikuti kelas ini, si kapten yang kecil-kecil cabe rawit itu jadi kepikiran bikin tema ini menjadi project buku Rumbel Menulis IP Jakarta berikutnya. Saya mengusulkan, bagaimana kalau bentuk eksekusinya adalah buku anak? Alasannya sederhana, mengajarkan anak sejak kecil untuk memahami mengenai bahaya sampah, saya memilah, mengolah dan mengelola sampah adalah lebih baik, karena bisa menumbuhkan kebiasaan bagi anak, dan harapannya nanti kalau anak-anak yang membaca buku ini, bisa menerapkannya sampai mereka dewasa.

Tanpa ba bi bu, kapten setuju, dan langsung menunjuk saya sebagai Project Manager untuk buku ini. Wah, amanah yang sangat besar. Otak saya langsung menari-nari memikirkan konsep buku.

Karena buku ini dimaksudkan sebagai buku edukasi, maka format yang digunakan untuk buku ini masih menggunakan resep buku anak keren, yaitu:

  • Cerita pendek (6 halaman)
  • Fakta menarik
  • Aktivitas

Pengetahuan dasar dari kelas intensif Hijrah Nol Sampah saya kembangkan dengan melakukan riset mengenai sampah. Hulu ke hilir. Dari situ, saya mulai membuat struktur buku. Seperti biasa, tool favorit saya adalah menggunakan mind mapping untuk proses berpikir.

MAPPING

PSIKOGRAFIS TOKOH

Sebagai Project Manager, saya pikir, saya harus bertanggung jawab penuh atas hasil akhir sebuah produk. Itu menjadi alasan bagi saya memberikan brief yang komprehensif bagi kontributor. Apalagi saat itu memang timeline sangat tight, hanya punya waktu sekitar 3 bulan untuk mengerjakan buku ini, karena kami mengejar peluncuran buku pada Hari Sampah Nasional.

Segini dulu yah, ceritanya. Part 2 menyusul.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *