Gara-gara Si Kecil

Umat manusia di seluruh dunia sedang dibuat kalang kabut, kebingungan, ketakutan. Rasa takut yang ditimbulkan sebuah mikroorganisme yang dapat menginfeksi makhluk hidup. Ya, manusia yang tingginya 170 cm dengan berat badan 70 kg, sibuk melarikan diri dari makhluk mikro, alias sangat sangat kecil, saking kecilnya bahkan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang tanpa bantuan alat khusus. Hebat sekali ya, organisme super mini itu bisa membuat raksasa yang ukurannya (mungkin) berjuta kali lipat berlari tunggang langgang. Gara-gara Si Kecil.

Mikroorganisme yang kemudian diidentifikasi sebagai Virus Corona, atau dikenal dengan Covid-19 pertama kali menyerang Wuhan, sebuah Provinsi di dataran Cina, dan kemudian menginvasi belahan bumi lainnya melalui inangnya, yaitu manusia.

Dikutip dari situs WHO pada 11 Maret 2020, WHO Director-General’s menyampaikan bahwa telah ditemukan 118.000 kasus (Virus Corona) di 114 negara, dan 4.291 meninggal dunia (karena Covid-19).

Jumlah pasien terinfeksi Virus Corona begitu banyak, sehingga WHO mendeklarasikan musibah Covid-19 sebagai pandemik, yaitu wabah patogen baru yang menyebar dengan mudah dari orang ke orang di seluruh dunia, ke beberapa negara atau benua, mempengaruhi orang dalam jumlah besar, dan penyebarannya secara global.

Penetapan Covid-19 sebagai pandemik menyebabkan pemerintah Indonesia membuat beberapa kebijakan untuk mencegah penularannya. Salah satunya dengan penutupan area wisata, meliburkan sekolah dan kantor, himbauan untuk tidak mengadakan atau menghadiri acara yang sifatnya berkumpul dengan banyak orang, dan juga agar masyarakat yang mengalami gejala tertular Virus Corona, untuk segera menghubungi pihak terkait agar bisa segera ditindak lanjuti sesuai prosedur yang telah ditetapkan dinas kesehatan. Bahkan Mekah yang tidak pernah sepi, Masjidil Haram yang senantiasa ramai, kini sepi kosong melompong … Saudi Arabia lock down. Gara-gara Si Kecil.

pic credit: Slash Gear

AKIBAT VIRUS CORONA

Setiap kejadian, pasti ada dampaknya. Apabila dilihat dari sudut pandang negatif, inilah yang terjadi di masyarakat:

  • Ketakutan secara berlebihan,
  • Terjadi panic buying, sehingga masyarakat membanjiri supermarket dan membeli bahan makanan secara membabi buta,
  • Mendominasi pembelian hand sanitizer,
  • Menimbun masker dan menjualnya dengan harga berkali-kali lipat, sehingga angka rupiahnya tidak lagi masuk akal.

Sedangkan, sisi positif dari kehadiran si kecil Corona adalah:

  • Anak-anak senang tidak ada PR selama 2 minggu, karena sekolah diliburkan,
  • Orangtua bahagia bisa punya quality time lebih banyak bersama keluarga, disebabkan kantornya membuat keputusan untuk para karyawan bekerja dari rumah,
  • Penghematan, jadi tidak keluar bensin, tol, ongkos parkir, dan uang jajan, karena mama jadi rajin memasak agar yakin makanan untuk keluarga lebih dijaga kebersihannya.
Pic Credit: The Daily Pennsylvanian

BAGAIMANA KITA MENYIKAPI PANDEMIK COVID-19

  • Menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allaah Subhanahu Wa Ta’ala. Virus Corona yang kecilnya seuprit ini adalah makhluk ciptaan Allaah. Akibat yang disebabkan dari Covid-19 ini semua terjadi atas kehendak Allaah. Mereka yang tertular, yang sembuh, yang wafat, itupun karena takdir Allaah. Sepintar dan secanggih apapun pengobatannya, bila Allaah angkat penyakitnya, maka sembuhlah dia. Bahkan tenaga medis yang merawat pasien Corona juga beberapa akhirnya menemui ajalnya. Baik disebabkan penyakit Corona, ataupun karena sebab lain.
  • Allaah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan penyakit beserta obatnya. Maka seharusnya kita merasa yakin, bahwa harapan sembuh itu tetap ada.  
  • Tidak merasa takut secara berlebihan. Kita tetap berikhtiar agar tidak tertular dengan mengikuti apa yang disampaikan oleh dinas kesehatan. Namun, kita juga tidak boleh lupa bahwa pertolongan yang sesungguhnya adalah kepada Allaah. Banyak doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah tentang permohonan agar diberikan kesehatan, dihindarkan dari marabahaya. Salah satunya adalah dengan istiqomah membaca Dzikir Pagi dan Petang yang sesuai ajaran Rasulullaah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam.  
  • Bertaubat. Tidaklah Allaah turunan bencana pada kita semua melainkan karena dosa yang terlah kita perbuat.

Tetaplah bertawakal. Jalankan ikhtiar sesuai arahan para ahli kesehatan. Namun tetap berharap keselamatan hanya kepada Allaah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hadits #1457

وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ : بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ ، ثَلاثَ مَرَّاتٍ ، إِلاَّ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ )) . رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ ))

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’ WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak aka nada apa pun yang membahayakannya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). [HR. Abu Daud, no. 5088; Tirmidzi, no. 3388; Ibnu Majah, no. 3388. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan]

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *