18+ : The Rise of Sodom People

Mulai dari 2018 hingga saat ini, Februari 2020, Kaum Sodom di Indonesia mulai berani go public di media. Dengan bangga, mereka menyatakan secara terang-terangan. Saya juga tidak habis pikir, bahkan dokumen kenegaraan seperti KTP, Paspor, bisa menggunakan nama barunya dan jenis kelaminnya bisa dirubah dari laki-laki menjadi perempuan. Bayangkan kalau seorang laki-laki asli tertipu ternyata istrinya adalah hasil transformasi dari laki-laki menjadi perempuan.

Tidak hanya itu, seolah menjadi hal biasa, ketika para pelaku LGBTTIQ ini dengan pongahnya menuturkan perzinahan sesama jenis yang dilakukannya. Innalillaahi….

Anehnya lagi, banyak yang mendukung perbuatan pelaku LGBTTIQ. Tidak sedikit yang beragama Islam, kelihatan dari profile picturenya yang memakai jilbab, atau dari namanya yang mengandung unsur Islami. Saya ora ngurus yang agama lain.

Berikut saya kutip beberapa dukungan para netizen atas kelakuan kaum yang dulu pernah dimusnahkan Allaah. Seolah mereka menyatakan kalau maksiat itu keren.

Pelaku LGBTTIQ tidak seharusnya mendapatkan penghargaan. Karena apa yang mereka lakukan, bukanlah perbuatan yang disukai Allaah.
Bahkan ketika salah seorang laki-laki yang diisukan sedang bersiap merencanakan operasi perubahan kelamin agar bisa menjadi wanita seutuhnya, netizen tidak merasa kalau hal itu salah, malah justru memberikan dukungan atas tindakan tersebut seraya mendoakannya.

Lucunya, bila ada yang mengingatkan, pendukung keburukan ini akan menyerang orang-orang yang berusaha menasihati pelaku maupun suporternya.

Mereka yang tidak menyetujui perbuatan di luar batas ini, justru diserang habis-habisan dan dianggap tidak open minded atau disebut ‘mainnya kurang jauh’. Main yang jauh itu ke mana, sih? Apa harus ke akhirat dulu, supaya bisa dibilang ‘mainnya udah jauh’?

Innalillaahi. Jujur saja, saya khawatir dengan rusaknya akhlak dan aqidah umat Islam di Indonesia. Semakin berani bermaksiat secara terang-terangan. Dukungan yang diberikan pun tidak main-main. Seolah hilang rasa takutnya pada Allaah, yang secara jelas melarang perbuatan haram ini.

Lupakah dulu Allaah pernah membinasakan satu kaum yang berlaku seperti ini dengan hujan batu sebagai azab atas perbuatan mereka yang menyalahi kodrat Allaah dan dianggap melampaui batas?

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81)

Jaman sudah rusak. Jangan sampai salah pergaulan. Dan yang terpenting, jangan sampai kendor mempertahankan tauhid. Karena kelak segala yang kita lakukan di dunia akan diminta pertanggungjawabannya.

Dari Abu Barzah Al-Aslami, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Marilah jaga keluarga dan orang terdekat kita agar tidak terjerumus dalam hal yang dimurkai Allaah, dengan senantiasa mengingat perintah Allaah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

Semoga Allaah jaga iman Islam kita dan wafatkan kita semua dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *