Hisab yang Mudah

Perbincangan dengan suami bersisian sebelum tidur, alias pillow talk.

Saya: “Uma berdoa semoga Allaah mudahkan hisab kita kelak di akhirat.”

Suami: “Berarti batal nih kita jadi setajir Raffi Ahmad?”

Saya: “Emmmm….” (ragu-ragu, maklum perempuan kan cinta dunia)

Suami: “Gimana, nih?” (nantangin sambil menyebutkan sederet fasilitas)

Saya: “Iya, enggak apa-apa, deh … nanti orang kaya masih hisab harta, kita udah leha-leha menikmati keindahan dan kemewahan surga.”

Suami: “Emang uma yakin, kalau kita masuk surga?”

Saya: “Emang aba enggak mau dikelilingi bidadari di surga?”

Suami: …………….. (senyum-senyum sendiri)

Huh, padahal istri mengharap digombalin suami. Eh, suaminya malah mengkhayal ketemu bidadari di surga.

*****

Anyway, bukannya berharap jadi orang miskin, melainkan agar hidup ini tidak sibuk memikirkan perhiasan dunia yang bernama harta dan tahta. Yang namanya dunia, semakin dikejar, semakin didapatkan, semakin tidak puas. Namanya juga fitnah dunia.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
(QS. Al Imran: 14)

Apabila Allaah menghendaki menjadikan kami sebagai orang miskin, sedang-sedang saja, atau berkelimpahan kekayaan, maka itu adalah kehendak Allaah. Apapun keadaannya, sempit ataupun berlebih, semoga kami bisa tetap berpegang pada syariat yang ditentukan Allaah, senantiasa bersyukur, dan tidak menjadikan kami kufur.

*****

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ

Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.”

(HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

KEUTAMAAN ORANG MISKIN

1. Penghuni surga kebanyakan adalah orang miskin

Dari Harits bin Wahb radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia berkata,

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ ، أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli surga itu? Mereka itu adalah setiap orang yang lemah dan dianggap lemah oleh para manusia, tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, pastilah Allah mengabulkan apa yang disumpahkannya. Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli neraka itu? Mereka itu adalah setiap orang yang keras, kikir dan gemar mengumpulkan harta lagi sombong” (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

2. Orang miskin masuk surga terlebih dahulu dibanding orang kaya

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ

Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Diterangkan dalam Tuhfatul Ahwadzi (7: 68) sebagai berikut.

Satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan,

وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47). Oleh karenanya, setengah hari di akhirat sama dengan 500 tahun di dunia.

Baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/10567-keutamaan-orang-miskin.html

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *