Pssttt… Pssttt…

Malam itu, di tengah malam yang gelap (ya iyalah malam gelap). Aku terbangun dari mimpi seram. Semuanya itu gara-gara baca cerita horor sebelum tidur di platform Twitter. Mohon jangan ditiru ya, pemirsa yang budiman. Membaca atau menonton film horor yang membuat kita takut sesungguhnya hanya melemahkan iman. 

Dalam thread horor tersebut, banyak komentar yang mengatakan, “Hati-hati … mereka bisa mengganggu kita karena tahu kalau kita baca kisah mereka.”

Karena tidak bisa tidur lagi, akhirnya aku memutuskan untuk shalat malam. Bergidik karena suasana mencekam. Takut. Tapi memberanikan diri. Habisnya, mau minta tolong sama siapa lagi untuk menenangkan hati dan minta tolong dihilangkan rasa takut tak berfaedah itu, kalau bukan kepada Allah Yaa Muhaimin

Aku pun memutuskan shalat di ruang tengah lantai 2, di dekat kamar tidurku. Suasananya lebih khusyuk, meski saat shalat, punggungku menempel tembok seperti cicak. Daripada ada yang jadi makmum ghoib, kan? 

Shalat malam itu begitu syahdu, sampai pada saat sujud, ada yang membuyarkan kekhusyukanku.

Tiba-tiba terdengar suara orang berbisik, “Pssstttt….”

Kalau aku latah, mungkin sudah mengucap, “Eh, copot-copot…”

Hatiku terasa deg deg serrrr … suara apa itu? Kok ada yang bisik-bisik? Tapi aku berusaha melanjutkan shalat sambil berusaha menepis rasa takut yang teramat sangat. Merinding disko. Sejenak suasana tenang kembali. Aku pun meneruskan ke rakaat berikutnya. 

Tak lama kemudian, aku menangkap suara orang sedang berjalan dari lantai 1. Siapa yang ikut bangun jam segini? Oh, God! Langkah kaki semakin mendekat menaiki tangga ke lantai 2. Posisi tangga berada di belakangku. Masa iya lagi shalat mau noleh ke belakang? Akhirnya aku baca cepat-cepat saja karena mau segera kabur masuk kamar. Dan saat itu suara langkah kakinya berhenti. 

Saat salam, terdengar papaku bertanya, “Lihat HP papa, enggak? Kok tumben kamu sholat malam?” Rupanya tadi papaku sedang shalat malam juga, lalu mencari ponselnya yang entah lupa diletakkan di mana. Kami pun mencari bersama-sama. Aha! Ketemu! Papa lupa meletakkan ponselnya di atas speaker di lantai 2. 

Saat ponselnya dipegang, bunyi lagi “Pssstttt….”

Ternyata suara bisikan itu berasal dari ponsel papa. Aku pun tertawa kecil. Ada sedikit rasa lega di sana. Ah, ternyata suara seram itu hanya ringtone konyol yang dipasang papaku

Tak lama kemudian, terdengar suara mengerang. “Pssstttt … Grrrhhhh….”

Dan suara itu tidak berasal dari ponsel papa!!! Kami pun berpandangan sebelum akhirnya bertubrukan karena bingung mau lari ke mana. Mungkin ada yang mengintip kami sambil berbisik… “Psssttt….”

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *