[CiSa] Chapter 7: Little Miracle

“Maaa … Mamaa … Aku ngompolnya enggak mau berhenti nih,” jerit Citra kala melihat sejumlah cairan transparan mengalir di sela tungkai jenjangnya. Mama Rien yang mendengar teriakan Citra, tergopoh-gopoh menghampiri gadis bontotnya.

Astaghfirullah, itu bukan ngompol. Paaa … Citra pecah ketuban!!!” Gantian Mama Rien yang menjerit sebelum kemudian bersegera bersama Papa Roy melarikan Citra ke rumah sakit tempat Citra biasa memeriksakan kandungannya. Khawatir pecahnya ketuban di kandungannya yang baru memasuki trimester terakhir akan berdampak tidak baik bagi sang jabang bayi.

*****

“Bukaan 3,” kata dokter Yanti setelah melakukan pemeriksaan pada Citra. Tampak kertas lakmus di tangannya berubah menjadi warna biru, tanda bahwa benar yang keluar adalah air ketuban, bukan air seni.

“Air ketuban sudah keluar terlalu banyak. Tidak mampu menahan kondisi bayi. Sepertinya harus segera kita lakukan tindakan untuk melahirkan bayi Ibu Citra lebih awal,” imbuhnya dokter spesialis kandungan yang selama ini menangani Citra tersebut.

“Apakah kondisi bayinya sudah kuat untuk dikeluarkan? Bahkan kandungan Citra belum sampai 8 bulan, dok?” Mama Rien tampak cemas dengan keputusan dokter Yanti.

“Kalau dibiarkan, saya khawatir akan terjadi infeksi. Malah berbahaya buat ibu dan bayinya. Nah, karena usia kandungan Ibu Citra masih 30 minggu, saya khawatir perkembangan paru-parunya belum sempurna. Kita lihat nanti setelah bayinya dilahirkan. Kemungkinan besar kita langsung rawat di NICU, ya,” jawab dokter Yanti.

“Beberapa minggu terakhir selama kontrol, saya perhatikan penurunan berat badan Ibu Citra secara signifikan. Apakah sedang ada masalah? Karena stress dapat mengakibatkan KPD atau Ketuban Pecah Dini,” dokter Yanti menambahkan dengan tatapan simpati ke arah Citra.

“Iya dok, sedang ada masalah keluarga,” jawab Citra berkaca-kaca.

“Ya sudah, tidak apa-apa. Rileks saja, ya … Pokoknya sekarang kita ambil tindakan terbaik untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Saya butuh persetujuan untuk melakukan operasi caesar. Suaminya mana?” tanya dokter Yanti.

“Sedang dinas luar kota, dok. Apakah boleh kalau saya yang tandatangan persetujuan? Saya papanya Citra,” Papa Roy menjawab dengan tegas menyembunyikan keadaan sebenarnya.

“Boleh, pak. Suster, tolong antar bapak untuk mengurus dokumennya,” dokter Yanti memberikan arahan.

*****

Hasbunallah wa ni’mal wakiil … SubhanAllah wa bihamdih … Astaghfirullah wa atubu ilaih … Laa ilaaha illallah … Citra membasahi bibirnya dengan mengingat Allah selama berada di dalam ruang operasi.

Begini rasanya melahirkan sendirian tanpa Satria. Mama Rien dan Papa Roy hanya diperkenankan mengantar hingga ruang tunggu keluarga pasien. Ruangan yang dingin, dikelilingi orang asing, membuat Citra tidak nyaman. Belum lagi rasa cemas yang ditimbulkan dari tekanan pada perutnya yang meski sudah diberikan bius lokal, namun Citra masih bisa merasakan perutnya bergoyang-goyang. Di situasi seperti ini, akan sangat menyenangkan bila Citra didampingi Satria, yang mungkin bisa menghilangkan kecemasan, menggantikannya dengan rasa nyaman dan tenang. Syukurlah ketidakberadaan Satria terobati dengan Suster Aini yang memegang tangan Citra selama operasi berlangsung, sehingga memberi sedikit dukungan moriil bagi Citra.

Oeeeeeeekkkkk….” tak lama kemudian, terdengar suara tangisan bayi yang dikeluarkan dari rahimnya. Citra tak kuasa meneteskan air mata bahagia mengetahui anak pertamanya telah lahir dengan selamat.

Dokter Yanti memperbolehkan Citra segera memeluk bayinya sebelum nanti diletakkan ke dalam inkubator dan dibawa ke ruangan NICU.

“Selamat ya, Ibu Citra. Bayi perempuan yang cantik,” Suster Aini menyerahkan gadis mungil ke dalam rengkuhan Citra.

Assalamu’alaikum, Sasi Hayu Pramono,” Citra menangis haru tiada henti mensyukuri keajaiban luar biasa dari Allah pada hari itu. Mengharap Satria ada bersamanya menyambut kehadiran malaikat kecil mereka. Putri kita sudah lahir, sayang … cepatlah pulang.

Photo credit: sixthbloom.com

#writober #writober2019 #RBMIPJakarta #IbuProfesionalJakarta #Day7 #IPJakarta #Bulan #LittleMiracle #KisahCitraSatria #Fiksi

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *