[CiSa] Chapter 1: Janur Kuning

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Barakallahulakuma wa baraka’alaykuma wa jama’a bainakuma fii khoir
“Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan” (HR. Abu Dawud no. 2130)

Satu persatu tamu bergantian mengucapkan doa indah yang diajarkan Rasulullah Shalallahu’Alayhi Wa Sallam bagi Citra dan Satria yang menjadi raja dan ratu sehari di malam itu.

Tak disangka, pertemuan singkat di antara keduanya berakhir di pelaminan.

“Citra mau bapak kenalkan dengan murid bapak? Namanya Satria Pramono. Areke apik,” Ustadz Khoirul mengacungkan jempolnya seraya menyodorkan 2 lembar kertas profil seorang pemuda sebulan lalu.

Hanya dalam waktu 30 hari, kini Citra telah resmi menjadi Nyonya Satria Pramono. Rasa bahagia yang membuncah di hatinya tergambar jelas di senyuman perempuan berparas ayu yang sedang dimabuk asmara. Jemari Citra menggenggam erat lengan suami barunya.

“Seperti namanya, Satria, lelaki gagah inilah yang akan membimbingku menuju surga,” tak terasa air mata Citra menetes ringan di pipinya yang bersemu merah. Membayangkan babak baru kehidupan yang akan mereka jalani, dimulai dari buku kecil bergambar garuda.

#writober #writober2019 #RBMIPJakarta #IbuProfesionalJakarta #Day1 #IPJakarta #Mulai #Walimah #Menikah #KisahCitraSatria #Fiksi

Spread the love

3 Comments Add yours

  1. Kamu nggak diundang, emangnya? Kok nggak datang ke kawinannya Citra – Satria? Hihihiii….

    1. vivi erma says:

      Gak diundaaanggg! Gak dapat kado dari aku, deh. Hahaha

  2. Mba Lisfah… mohon kritik dan sarannya, yaaa… pertama kali coba nulis fiksi dewasa, nih. Percobaannya di writober. Part berikutnya sudah rilis https://mydinadenz.wordpress.com/2019/10/02/hijau-muda/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *