Mirror Mirror on The Wall…

Dulu, selalu penasaran bagaimana artis-artis pandai sekali menjaga kesehatan dan keindahan giginya, sampai bisa cantik ganteng maksimal. Belum lagi, kok semua hidungnya mancung. Tambah bingung kenapa semua artis kulitnya putih. Sungguh dengan pikiran yang lugu beranggapan mereka adalah manusia-manusia pilihan yang diberikan keindahan fisik sehingga bisa menjadi selebriti. Alias “I was born this way

Seiring berjalannya waktu, terungkaplah sejuta prosedur kecantikan yang bias menyulap ugly ducking menjadi angsa yang cantik. Kalau dulu di US ada reality show yang judulnya “The Swan”. Sekarang di Korea ada program serupa yang bertajuk “Let Me In”. Konsepnya sama, yaitu merombak seseorang yang menurutnya kurang menarik menjadi rupawan. Mulai dari wajah, rambut, gigi, sampai bagian tubuh lainnya.

Dokter kecantikan pun laris manisssss. Dokter estetika gigi semakin ramai pengunjung. Dokter bedah plastik juga makin panjang antriannya. Lihatlah betapa maraknya industry plastic surgery di Korea. Pantesan ya artis Korea geulis, kasep pisan….

Indonesia pun tak mau kalah. Berbondong-bondong manusia berupaya melakukan prosedur kecantikan. Nggak laki, nggak perempuan. Yang paling hits saat ini adalah tanam benang, filler, infus putih, gigi dikeramikin, jadi pada berbaris cantik dan putih. Pokoknya sekarang mah, jangankan artis, orang biasa saja pada cakep-cakep. Apalagi ada promo dari salah satu klinik kecantikan yang judulnya “Pulang Pulang Glowing”.

Treatment filler, bukan sulap bukan sihir
Tanam benang biar mancung
White Cell Injection, yang katanya buat awet muda. Tapi mamaku enggak pake gini-gini, awet muda, tuh … di usia 63 tahun, orang selalu mengira usianya masih 50an tahun. Mungkin mamaku aging gracefully, ya …

Kadang suka bikin minder kalo ketemu cewek-cewek yang kece-kece produk dokter estetika. Kelihatan kok, mana yang cantiknya asli dari lahir, mana yang cantiknya dibikin manusia. Kalau ditanya, aku pengen atau enggak? Jawabannya … PENGEN!!!

Datanglah ke suami tercinta, mengajukan proposal ‘permak’ penampilan luar biar enggak kalah cantik sama kaum hawa di luaran sana. Minimal jadi kulit putih saja, deh … Biar bagaimanapun, di Indonesia kan, kulit putih lebih cantik daripada kulit gelap. Lagipula, sebagai perempuan yang saudara iparnya perempuan semua, kebetulan semua kulitnya putih, kecuali aku. Ih kalo foto keluarga, suka aku edit biar mukaku putih juga, biar setara sama ipar-ipar perempuan, gitu … Hahahahaaa….

Tanpa diduga, suami bilang, “Boleh.” Horeeeee … seneng dong, ya …. Tapi kelanjutannya bikin sebel. “Nanti kalo kamu sudah diinfus sampe putih, aku jemur lagi biar kulitnya balik kaya semula.” Yah … itu mah namanya PHP.

Menyerah? Tentu tidak, ferguso … aku cari akal. Bagaimana caranya supaya suami jawabannya tetap YES dan selalu YES.

Colek ustadzah. Dengan harapan, kalau ustadzah bilang boleh, tentu suami akan melunak dan setuju dengan permintaanku buat makeover, nih….

Dengan lembut, ustadzah bilang, “Kenapa harus merubah ciptaan Allaah? Allaah sudah menciptakan setiap orang dalam bentuk sebaik-baiknya menurut Allaah. Orang kulit gelap minta jadi putih, yang putih diwarnain (tanning) biar gelap. Alis ada rambutnya, dicukur, malah digambar. Nanti kalau sudah tua, tidak bisa lagi gambar alis, mencong-mencong. Kalau kita merubah bentuk yang Allaah berikan, maka tandanya kita tidak bersyukur. Kufur nikmat.”

Tidak cukup sampai di situ, beliau melanjutkan,”Daripada mencari apa yang kurang dari tubuh kita, lebih baik cari apa yang lebih dari tubuh kita. Apa yang bisa disyukuri. Anggota badan lengkap, sehat, tidak cacat.”

Jadilah hamba yang bersyukur, jangan mencari apa yang kurang, tapi hitunglah seluruh kenikmatan yang diberikan Allaah.

Sudah deh, fix! Perawatan kekinian tidak akan bisa pernah dilakukan. Sebagai pelipur lara, suami membebaskan kalau istrinya ini ingin spa. Mau setiap hari juga boleh nyalon dan spa. Rambut mau panjang atau pendek, mau diwarnain merah, kuning, hijau, biru, ungu, terserah. Mau luluran sampai bosan, boleh. Mau bolak balik ke dokter gigi 7 kali seminggu, scaling, whitening, silahkan. Mau facial ke dokter, monggo. Pesan suami cuma satu, asal jangan pernah rubah takdir apa yang sudah Allaah berikan sebagai tanda kurang puas dan kurang bersyukur.

Kalau kata suami, “Daripada kamu sibuk memikirkan mau suntik putih, mending pikirin bagaimana supaya catatan amal kita putih semua, enggak ada nilai merahnya.”

Ya sudahlah. Selama kangmas bojo tetap cinta aku apa adanya, ya….

Nge-spa aja lah….

Eits, bukan berarti yang melakukan prosedur-prosedur kecantikan tidak boleh, ya … Yang aku share di sini adalah betul-betul fase yang aku lewati di tahun 2018 selama berbulan-bulan. Begitu suami enggak ijinkan, aku pun berusaha untuk melupakan. Who am I to judge anyone else?

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *