Si Manis yang Mematikan

Yummy … everyone’s favorite foods

Siapa yang bisa nahan godaan kalau lagi meeting atau lagi kumpul-kumpul, terus ada makanan ena-ena ini tersaji di atas meja? Baru lihat aja, sudah ngiler banget … sudah ngetekin mau ambil yang mana duluan, hihihiii … Ngaku dehhhh …

Which one’s your favorite? Tempe mendoan? Bakwan? Tahu jeletot? Pisang molen? Singkong meletek?

Nah, kalo yang ini, pasti pada doyan juga kan? Yang kalo sudah makan 1 biji, ngga bisa berhenti nambah teruuuuussss …

How many of you yang sarapan nasi goreng? Atau saat lembur, makan nasi goreng jam 11 malam?
Apalagi kalo minumnya es teh manis, yah … maasyaaAllaah … nikmat!

Padahal semua makanan dan minuman yang jelas-jelas mengandung gula dan karbo itu menjadi aditif. Kita akan terus menerus ketagihan, keeps wanting more and more … Ujung-ujungnya, gula menumpuk di badan, sugar explosion inside your body dan jadi penyakit. Yaitu penyakit yang paling serem….

Diabetes! Penyakit mematikan ke-3 setelah stroke dan jantung.


Dilansir dari Sindo , Federasi Diabetes International (IDF) Atlas 2017, penderita diabetes di Indonesia mencapai 10,3 juta orang. Sedangkan saat ini, jumlah penduduk di Indonesia adalah 265 juta jiwa.

Ternyata, saat kita makan, tubuh kita otomatis mengurai karbohidrat menjadi gula. Nah, nanti gula ini akan diserap menjadi energi. Yang tugasnya kasih perintah ke sel tubuh untuk melakukan proses ini adalah hormon insulin, yang dihasilkan oleh pankreas. Ibaratnya mesin, kalo kebanyakan karbohidrat dan gula yang masuk, pankreas kewalahan kan bikin insulin. Lama-lama saking kebanyakan karbohidrat dan gula yang masuk, insulin tidak bisa bekerja dengan baik. Akhirnya gula menumpuk di darah.

Tidak hanya itu. Insulin resistance nih kalo udah rusak fungsinya, dia suka ngajak-ngajak teman. Gula kalo numpuk di pembuluh darah, lama kelamaan jadi karamel. Keras. Akhirnya menyumbat pembuluh darah. Ini yang bikin sakit jantung. Kalau sudah tersumbat, oksigen juga jadi kurang lancar. Akibatnya terjadi pembekuan darah. Fibrinogen dan trombosit tinggi. Resiko stroke. Ya ampun ngeri nggak, sih? Gitu doang? Enggak! Insulin resistance juga berisiko mengakibatkan fatty liver, kanker, dan komplikasi lainnya.


Lihat bagaimana cara kerja gula darah sampai bisa menjadi diabetes tipe 2

My big family struggle with diabetic and cancer. Ya! Genetiknya kok yo yang serem-serem yang diturunin yaaaa … Most of my family from my father side died because of diabetic, include my yangti. While the family from my mother side died of cancer. Kanker paru, kanker rahim, kanker lainnya. So, i’m basically trapped in this unpleasant situation.

Itulah sebabnya, aku mah takut bangetttt kena yang namanya penyakit DIABETES MELITUS! 

Lalu, kenapa penderita diabetes di Indonesia terus meningkat? Berdasarkan pengamatan saya, ada 2 faktor utama penyebabnya, yaitu:

  • Asupan (makanan dan minuman)
  • Kurang bergerak/olahraga.

Kita bongkar satu persatu, ya….

“Ah, kayanya makanan kita sehat-sehat kok. Kan 4 sehat 5 sempurna.”

Yakin? Coba aku tanya, ya … Misalnya, masak di rumah atau kita beli nasi uduk/nasi kuning deh yang gampang. Biasanya satu porsi tuh isinya:

  • Nasi
  • Lauknya mie goreng/bihun goreng
  • Bisa tambah sambal goreng kentang
  • Biasanya suka pada nambah pake gorengan
  • Ditambah kerupuk, katanya biar lebih nikmat, ada kriuk-kriuknya
  • Minumnya teh botol

Bener nggak?

Contoh lain, ya …


Berapa banyak dari kita yang bikinin menu full carbo buat anak-anak kita? Sosis, bakso, nugget pabrikan, cek lunch box anak-anak.

Let’s be honest, itu baru 1x makan. Sedangkan kita kasih makan anak-anak 3x sehari, plus camilannya. Anak-anak tuh suka jajan.

Corner favorit anak-anak di supermarket saat ikut mama belanja.
Bener nggak?

Sebenarnya kita lagi membentuk kebiasaan buruk buat anak-anak. Dengan mudahnya anak-anak menikmati makanan dan minuman manis dan tinggi karbo, semakin aditif, semakin mereka suka.

Masih ingat kan kasus Arya Permana, anak obesitas? Dan juga bocah obesitas berusia 13 tahun dengan berat 185 kg meninggal dunia?

Sudah, jangan biasakan anak gemuk itu sehat, anak kurus itu kurang gizi. SALAH!
Akibat kebiasaan buruk pada makanan, minuman dan gaya hidup, anak-anak kita sangat berpotensi membawa kebiasaan buruk itu hingga mereka remaja, bahkan sampai dewasa.
Sebab kedua diabetes adalah karena kurang gerak.

Bukan salah babang Gojek atau babang Grab. Mereka hadir untuk memudahkan hidup kita. Tapi dengan segala kenyamanan itu, kita jadi malas gerak. Berapa banyak dari kita yang jalan kaki cuma sampai garasi doang, lalu naik motor atau naik mobil? Atau lebih jauh cuma sampai pagar, karena transportasi online bisa antar jemput depan rumah.

Bahkan anak-anak sekolah sekarang banyak yang pulang pergi naik ojek online. Tidak lagi jalan kaki seperti dulu. Sampai di rumah, anak-anak sibuk dengan gadget pemberian orang tua. Time has changed.

Kalau gaya hidup masyarakat Indonesia terus seperti ini,
penderita diabetes di Indonesia bisa mencapai 30 juta orang pada 2030. Seperti yang disampaikan Dr. Susie Setyowati, konsultan endokrin, metaboli, diabetes, melalui BBC Indonesia . 

Jangan sampai kita dan keluarga kita jadi salah satu dari 30 juta penderita. Sudah saatnya kita merubah pola makan dan gaya hidup. Serius, penyakit diabetes itu ngeri! Sudah ngeri, mahal juga biaya berobatnya.

Next time, kalau ada waktu luang dan nggak lupa, aku pengen banget tuliskan tentang penyakit diabetes lebih dalam lagi. Semoga saja semangat menulisnya masih setrong, ya….

SEMANGAAAAAAAAAAAATTTT!!!

Spread the love

5 Comments Add yours

  1. Fiola says:

    Salam kenal Mbak Andina!

    Wah terima kasih banyak ya artikel ini, saya juga lagi mengurangi manis-manis, tapi baca ini makin parno lagi jadi ngingetin untuk terus usaha ngurangin manis! x_x

    1. Salam kenal mba Fiola… semangat, yaaaaa….

  2. Jane Reggievia says:

    Soal bekal anak itu bener yaa. Aku dulu tuh paling suka dibawain bekal isinya nasi, mie goreng pake nugget. Mungkin buat mama yang siapin praktis dan anak kenyang. Sesekali nggak apa kali ya, yang penting diimbangi dengan sayur dan buah. Aku juga udah umur segini ngeremmm banget makan nasi, karena masih jarang gerak, gawat banget kalo kebanyakan makan karbo (dan gorengan! yaampun deh dosa ternikmat T_T)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *