Super Muslim Moms

Bismillaah, 

Sudah menjadi pemandangan biasa bagi kami melihat kajian yang dihadiri lengkap sekeluarga, atau hanya ibu dengan anak-anaknya saat kajian khusus akhwat. Bahkan di beberapa tempat menyediakan area khusus mom with kids.


Hebatnya lagi, para ibu ini banyak yang datang menggunakan kendaraan umum atau kendaraan roda dua. Padahal ada anak yang masih digendong karena masih bayi, lalu anaknya yang lebih besar duduk di belakangnya berpegang erat-erat di pinggang ibunya. Kadang ada juga yang sampai membawa 3 atau 4 anak sekaligus. Bahkan pernah ada jamaah yang membawa sekaligus baby car seat, karena anaknya masih tidur.


MaasyaaAllaah … luar biasa semangatnya untuk menuntut ilmu syar’i. Bawaannya? Jangan ditanyaaa…. ibu terbiasa membawa tas yang besar. Isinya? Pampers, tisu basah, handuk kecil, mainan anak, kertas gambar lengkap dengan crayon, bekal snack dan makan siang, juga botol air minum. Ada juga yang membawa bantal untuk menidurkan bayinya.

Bawaan yang banyak itu, belum termasuk kitab dan buku catatan milik si ibu. MaasyaaAllaah…

 
Kita mah lihatnya repot, ya … tapi bagi mereka itu bukanlah hal yang menyulitkan. Karena mereka ingin agar anak-anak terbiasa belajar agama sekaligus belajar adab. 


Adab? Ya! Dalam kajian yang biasa kami datangi, tidak satupun ibu membiarkan anaknya menangia di tengah jamaah, atau berlarian di tengah jamaah dan mengganggu kekhusyukan kajian. Bila sang anak berlaku demikian, ibunya dengan sigap mengangkat anaknya dan membawanya ke halaman masjid untuk ditenangkan. Toh, isi kajian masih bisa didengarkan di halaman masjid. 


Lama-lama memang tampak perubahan dari si anak. Padahal saya juga bingung, kok bisa anak-anak sekecil ini lama kelamaan paham adab di masjid dan adab bermajelis. Siapa lagi yang memberi rahmat bila bukan karena ridho Allaah? 


Demikian juga saat kajian keluarga, biasanya ayah juga ikut menenangkan anaknya yang menangis atau mengganggu kajian. 


Jadi, di kajian yang biasa kami hadiri, adab nomor satu. Menimba ilmu syar’i adalah kewajiban setiap muslim. Mengajak keluarga adalah hak setiap muslim. Tapi kita juga diajarkan untuk menghormati dan menghargai hak muslim lainnya. 


No reason bagi setiap dari kita untuk tidak menimba ilmu setelah berkeluarga. Bukankah berkeluarga dan berketurunan itu tujuannya adalah surga? Pasti asyik masuk surga bersama-sama. 

Spread the love

2 Comments Add yours

  1. leilaniwanda says:

    Ma sya Allah… Aku juga pernah menulis di blog (merangkum dari ustadz, sih) tentang adab ini, Mbak, dan belum sampai menghubungkan ke sini…iya ya, Mbak, Allah memberikan rahmat untuk memudahkan hamba-Nya menuntut ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *