Kursi Goyang

Huff

Bayu menghempaskan dirinya di kursi goyang depan TV sepulang latihan Pramuka. Matanya tertuju pada catatan kecil di atas meja.

“Bunda ke rumah sakit. Nenek kritis. Di panci sudah bunda siapkan Sayur Lodeh kesukaan Bayu. Nanti sore Om Anung datang temani Bayu. Kunci pintu, jangan dibuka kalau enggak kenal. Kiss, Bunda.” 

Sejak nenek sakit, bunda jadi sering mondar mandir ke rumah sakit. Sejak itu pula, Bayu lebih sering ditinggal sendiri di rumah sampai malam. Asik juga sih, jadi bebas. Mau main XBox sepuasnya, enggak ada yang omelin lagi.

Bayu bergegas berganti pakaian dan tak lama kemudian matanya lekat tertuju pada layar TV, asik bermain NBA games di XBox.

 

Tiba-tiba…..

Ting Tong! 

Suara bel depan mengagetkan Bayu. Itu dia Om Anung datang! Bayu segera bangkit dari kursinya.

“Bayu, ini kemarin bunda minta dibuatkan Lasagna. Kamu sendirian lagi?” Tante Dewi, tetangga sebelah mengantarkan seloyang Lasagna pesanan bunda.

“Terimakasih, tante,” Bayu menerima Lasagna dari Tante Dewi dengan senang.

“Tante langsung pulang, ya … Jangan lupa kunci pintu!” Tante Dewi pun berlalu.

Sambil menikmati Lasagna dari Tante Dewi, Bayu melirik jam dinding di atas TV. Hmm, sudah jam setengah enam kok Om Anung belum sampai juga, ya …

 

Ting Tong! 

Hampir saja Bayu tersedak karena suara bel yang begitu kencang. Pasti itu Om Anung.

“Ruben disini, nggak ya?” ternyata mamanya Ruben, teman sekelas Bayu, bertanya dengan wajah khawatir.

“Ruben enggak kesini kok, tante,” jawab Bayu.

“Duh, kemana ya, anak itu …,” wajah mama Ruben berubah dari khawatir menjadi kesal saat berjalan meninggalkan rumah Bayu.

Bayu menutup pintu sambil menggeleng-gelengkan kepala. Samar-samar terdengar suara adzan. Tak terasa, sudah Maghrib. Om Anung masih juga belum datang. Apakah dia terjebak macet?

 

Ting Tong! 

Baru juga Bayu menutup pintu, eh sudah ada tamu lagi. Siapa sih, Bayu jadi kesal karena bolak balik membuka pintu.

“Nenek?” Bayu terkejut melihat neneknya datang.

“Lho? Nenek sama siapa? Bunda mana? Nenek sama Om Anung?” Bayu bertanya lagi sambil celingukan melihat sekeliling.

Neneknya hanya tersenyum masuk ke dalam rumah, lalu duduk di kursi goyang depan TV.

Bayu buru-buru merapihkan bekas makan Lasagna dan mematikan XBox nya.

 

Tak lama kemudian …. Kriiiiinggg …. Kriiiiiiingggg …..

Suara telepon memecah keheningan.

“Bayu, bayuuuuu ….,” Bunda menangis di ujung telepon.

“Nenek meninggal, huhuhuuu …. Bayu siap-siap ya, sebentar lagi Om Anung sampai situ, mau jemput Bayu, langsung ke rumah nenek,” wajah Bayu berubah pucat pasi mendengar suara bunda, kakinya mendadak lemas, sambil matanya menatap neneknya yang duduk bergoyang sambil tersenyum di depan TV.

Spread the love

0 Comments Add yours

  1. visyabiru says:

    Kok jadi ikut ngebayangin ya mba? Hihi.

    1. Klo dibayangin nanti merinding

  2. Alurnya udah enak atau belum, ya?

    1. Lathifah Barkah says:

      Udah enaak

  3. Silvi says:

    Lalu gimana lanjutannya mba? Hehehe

    1. Stay tune, ya … heheheee… biar penasaran

  4. WAAAH….ternyata horror…

    1. Cek kursi goyang di rumah….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *