Avengers : Infinity War’s Moral of The Story

Well, i had just watched that movie “Avengers : Infinity War”

Tadinya ngga terlalu pengen nonton karena banyaknya spoiler yang wara wiri di medsos. Tapi akhirnya nonton juga karena sedang butuh hiburan layar lebar. Hihihiiii…. Keuntungannya nonton siang-siang weekday dan lebih dari seminggu dari premier-nya adalah bioskopnya sepiiiii…. Kursinya banyak yang kosong. Jadi lebih nyaman nontonnya, dan tidak perlu berdesak-desakan saat keluar teater.

Avengers kali ini tidak meninggalkan kesan “WAH” sama sekali. Rasanya kurang greget. Datar aja. Entah kenapa. Malah sempat ketiduran di tengah film. Hehehehee…

Seperti biasa, setiap film selalu memberikan moral of the story for me. Kali ini, pelajaran yang bisa saya petik adalah tentang Thanos. Keberadaannya, ambisinya, dan niat baiknya. Yang kemudian saya lihat dari sudut pandang agama Islam.

Thanos, seorang penguasa galaksi, a Mad Titan, a Dark Lord. Yang punya ‘niat baik’ to make the universe a better place to live (for everyone). Yang akhirnya dia melakukan whatever it takes to make it happen.

Thanos adalah contoh mudah untuk mengapa dalam kehidupan, kita harus selalu kembali ke Al Qur’an dan Sunnah. Sesuai dengan janji kita kepada Allaah dalam syahadat. Beriman kepada Allaah dan menjadikan Rasulullaah satu-satunya uswatun hasanah. Beribadah dengan ikhlas dan ittiba’.

eb3a9fa448358860f2afaa1f3ecad766

Berapa banyak manusia yang melakukan ibadah yang dianggapnya baik, tapi tidak diperintahkan Allaah dalam Al Qur’an dan tidak dicontohkan Rasulullaah melalui sunnahnya? Padahal Rasulullaah bersabda :

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Muslim no. 867)

Kan Allaah sudah bilang, ikuti Al Qur’an dan contohlah Rasulullaah :

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

Bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya (QS. al-An’am: 153)

Pantesan kita disuruh belajar ya… Sinau. Karena ternyata dalam beribadah itu perlu ilmu. Ilmu syar’i. Yaitu yang sesuai dengan perintah Allaah dan yang dicontohkan Rasulullaah.

ittiba rasul

Kalau kata buku motivasi, mau sukses itu gampang. Contoh aja bagaimana orang sukses bisa sukses. Ikuti footsteps nya. Kalau dalam Islam, orang suksesnya adalah Rasulullaah. Lha kalau Rasulullaah dijamin surga, kita yang katanya juga mengincar surga masa ngga mau ikutin cara Rasulullaah? Iya kan?

Amalan sia-sia

Beribadah tanpa landasan ilmu hanyalah sia-sia. Cuma dapat capeknya aja.

 

Kaya pakde Thanos. Menurut dia, apa yang dia lakukan baik. Tapi malah mendatangkan kerusakan dan kerugian bagi orang lain. Ujung-ujungnya, dia dapet apa? Hampa terasa…. hidupku tanpa dirimuuuu (oh….Gamora). Kasihan lho lihat Thanos badan gede tapi nangis gitu…. Pakde Thanos, apa yang kamu lakukan itu…. JAHAT!!

 

CLOSURE 

Terlepas dari Thanos ini hanyalah tokoh fiksi, dalam film khayalan Hollywood, tapi mudah dikaitkan dalam keseharian. Bahwa hidup itu harus ikut aturan. Kalau ngga diatur, semau gue, yang penting baik (menurut gue), maka semuanya akan berantakan, dan ngga dapat apa-apa pada akhirnya kecuali hati yang kosong (tsaaaaahhh).

 

 

 

Spread the love

0 Comments Add yours

  1. Indeed! Aku pun kesel banget sama Thanos selama nonton film ini. Hahahaha. Anyway, thanks remindernya, Mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *