Orangtua dan Anak Hasil Perzinahan

Orangtua dan Anak Hasil Perzinahan

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Jamak dalam masyarakat kita, bahwa saat sepasang kekasih terlanjur melakukan perzinahan hingga hamil, kemudian orangtua dari kedua belah pihak akan buru-buru menikahkan muda mudi tersebut. Dengan alasan agar tidak menanggung malu. Padahal dalam Islam, laki-laki yang berbuat zina kepada perempuan sampai dia hamil, maka tidak boleh dinikahkan sampai dia melahirkan. Pernikahan tidak menghapus dosa zina.

Anak yang dilahirkan dari perbuatan zina bukanlah anak haram. Perbuatan ibu dan ayahnya lah yang haram dan dibenci Allaah. Anak yang lahir tetaplah suci.  Jadi, anak dalam kandungannya juga tidak boleh digugurkan.

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ – بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ

Dan apabila anak-anak yang dibunuh itu ditanya, dengan sebab dosa apakah dia dibunuh?” (QS. At-Takwir: 8 – 9)

 

LALU BAGAIMANA STATUS ANAK HASIL PERZINAHAN DALAM ISLAM?

Anak Hasil Zina
Anak yang lahir dari hubungan zina, tidak boleh dinasabkan kepada ayah biologisnya.

 

NASAB

Dari Abdullah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan,

قَضَى النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَنْ كَانَ مِنْ أَمَةٍ لَمْ يَمْلِكْهَا ، أَوْ مِنْ حُرَّةٍ عَاهَرَ بِهَا فَإِنَّهُ لا يَلْحَقُ بِهِ وَلا يَرِثُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memutuskan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka TIDAK dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya… (HR. Ahmad 7042, Abu Daud 2267, dihasankan Syuaib Al-Arnauth).

Anak yang lahir dari hubungan zina, tidak boleh dinasabkan kepada ayah biologisnya. Misal, anaknya lahir perempuan. Maka tidak boleh Fulanah binti Bapak Fulan.

Bagaimana jika di-bin-kan ke ayahnya?

Hukumnya terlarang bahkan dosa besar. Ini berdasarkan hadis dari Sa’d, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من ادعى إلى غير أبيه وهو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام

Siapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa itu bukan bapaknya maka surga haram untuknya.” (HR. Bukhari no. 6385)

Karena ayah biologis bukan ayahnya maka haram hukumnya anak itu di-bin-kan ke ayahnya. TAPI anak tersebut harus dinasabkan kepada ibunya. Fulanah binti Ibu Fulanah. Demikian juga dengan anak laki-laki. Maka disebut Fulan binti Ibu Fulanah. Sungguh disayangkan, karena lahir dari hubungan zina, maka anak terputuslah nasab sang anak dari ayah biologisnya.

 

AYAHNYA TIDAK BOLEH MENJADI WALI NIKAH ANAKNYA

Lazimnya saat anak perempuan menikah, maka ayahnya akan menjadi wali nikahnya. Tapi tidak dengan anak hasil perzinahan. Ayah biologisnya TIDAK BOLEH menjadi wali nikahnya. Tidak boleh juga diwalikan oleh keluarga dari ayahnya, misal pamannya, kakeknya, tidak boleh.

Maka ketika anak perempuan hasil hubungan zina akan menikah, yang menjadi wali nikah adalah wali hakim (diserahkan pada KUA).

Apabila ayah biologisnya memaksa untuk menjadi wali nikahnya, maka pernikahan itu TIDAK SAH. Karena pernikahan anak perempuannya tidak sah, maka setiap anak perempuannya campur dengan laki-laki yang dianggap menjadi suaminya, akan terhitung sebagai zina. Naudzubillaah….. Demi menyelamatkan diri dari rasa malu di dunia, malah mendapat laknat Allaah.

 

WARIS

Hukum waris pada Islam didasarkan pada nasab. Karena telah terputus nasab antara anak hasil perzinahan dengan ayah biologisnya, maka keduanya tidak saling mewarisi apapun. Apabila ayah biologisnya wafat, maka anak hasil hubungan zina tidak berhak mendapatkan harta waris dari ayahnya. Hak waris anak tersebut hanyalah dari ibunya, karena dia dinasabkan pada ibunya.

 

MAHRAM

Anak hasil perzinahan bukanlah mahram bagi ayah biologisnya. NAMUN dia juga tidak boleh menikahi ayah biologisnya. Maka harus diperhatikan perihal khalwat dan safar saat berkaitan dengan anak hasil zina dengan ayahnya.

 

 

CLOSURE 

Inilah pentingnya mempelajari ilmu agama. Inilah salah satu sebabnya Allaah perintahkan kita untuk menimba ilmu syar’i. Agar tidak mudah tergelincir dalam dosa, mengikuti hawa nafsu dan tuntutan masyarakat.

Dosa zina itu serem, bro….

Allaah telah menekankan pada surah Al Israa’ : 32

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)

 

Wahai para lelaki, jadilah lelaki sejati. Tahan hawa nafsumu. Menikah itu lebih baik. Kalau tidak mampu, maka berpuasalah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يا معشر الشباب من اسطاع منكم الباءة فاليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Jaga martabatmu sebagai seorang Muslim sejati.
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.
(QS An Nur 24 : 30)

 

Berhati-hatilah bagi para perempuan. Jaga rasa malu. Jangan mudah terkena bujuk rayu mulut laki-laki tidak beriman yang mengatakan cinta tapi mengajak zina. Mana ada lelaki sholeh yang mengajak zina?  Buru-buru kabur sejauh mungkin kalau bertemu lelaki seperti ini, yaa….

Buka kembali Al Qur’an mu.  Bukankah Allaah telah memerintahkan kita untuk menjaga diri?

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nur 24 : 31)

Pokoknya kalo ada laki-laki yang naksir, jangan mau diajak pacaran. Tau kan kalo berduaan, yang ketiga syaitan. Hiiiiii…..

 

Kalau kamu sudah terlanjur berbuat dosa zina, maka bertaubatlah. Taubat yang sungguh-sungguh. Mengharap ridho Allaah semata agar Allaah mengampuni dosa kita.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التائب من الذنب كمن لا ذنب له

Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa.” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dan dishahihkan Al-Albani)

 

Yuk ahhh jangan mau kalah sama syaitan. Masa mereka aja istiqomah ngajakin kita masuk neraka. Kita juga dong istiqomah menolak ajakan mereka. Jangan mau jadi teman syaitan gara-gara zina. Di neraka panas…. Ga ada AC-nya, ga ada bedak prickly heat, ga bisa ngumpet, apalagi kabur dari Malaikat Zabaniyah….. Serem ahhhhh….

 

Wallahua’lam

Semoga bermanfaat

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *