How I Met My Husband

1 Juli 2011. Saat itu aku lagi brokenhearted banget. Habis putus cinta, gagal kawin, gelisah mengingat usia yang semakin menanjak. Di tengah kegalauan itu, entah kenapa kok ya tiba-tiba ingin daftar fitness. Akhirnya pilihan jatuh pada Celebrity Fitness La Piazza, Kelapa Gading.

 

Saat daftar, konsultan club tanya “Kenapa daftar gym, mbak?”

“Mau kawin, mas. Biar cakep pas jadi manten,” kujawab sekenanya

Mas konsultan kepo rupanya, “Memang kapan rencananya?”

“Tahun depan, mas,” padahal calon saja aku tak punya. Hahahhaaa….

Mas konsultan manggut-manggut sambil mempromosikan kalau aku telah menjatuhkan pilihan tepat dengan menjadi member di club ini.

 

Hari itulah aku melihatnya. Sosok ganteng di pojok club. Begitulah anak perawan, lihat yang bening sikit langsung tuiinggggg… full sinyal radarnya. Curi pandang sedikit, lalu langsung melaju menuju kantor klien untuk meeting siang itu.

 

 

Ternyata olahraga sangat menyenangkan. Elevate your mood, generate ideas, dan bawaannya jadi selalu happy. Latihan pun menjadi rajin. Hampir setiap hari.

Suatu kali aku merasa bosan latihan cardio dengan Cross Trainer dan mencoba untuk mulai berlari dengan Treadmill. Saat sedang asik lari kecil, tetiba ada suara, “Itu mah jalan, masa lari cuma 4 kph sih.”

“Ih, iseng banget nih orang komenin lari gue,” batin saya.

Penasaran, aku tengok asal suara itu. Dweeeeeeeennnnggg…. itu si mas ganteng. Duh, jantung langsung berdegup 12 kph. Untung nggak pingsan karena kaget. Antara senang, tapi malu, tapi salting, tapi….. aahhhh… campur aduk perasaan norak dalam hati.

 

Mas ganteng itu namanya Denz.

 

Sejak itu, kaki melangkah menuju club semakin ringan. Soalnya udah ada yang nemenin latihan setiap hari. Hihihihiii…. Kadang,  Denz ajak latihan di club lain. Dan setiap habis latihan, Denz selalu ajak makan bareng. Dari situ mulai ajak nonton, atau jemput selepas acara kantor.

 

Hingga suatu hari mas ganteng tanya, “Boleh nggak kapan-kapan aku main rumah kamu?”

YA BOLEHLAAAAAAAAAAAAHHHH… Tapi, dalam rangka apa ya? Jujur, aku kapok pacaran. Selain buang-buang waktu, hasil akhirnya juga tidak pasti.

Akhirnya sewaktu Denz betul-betul datang ke rumahku, aku bilang, “Niat kamu apa dekat sama aku? Aku ngga ada waktu buat pacaran. Umur segini aku cari suami. Kalo kamu mau pacaran, mending ngga usah dilanjutin sama aku deh.”

Rupanya Denz juga punya misi yang sama, “Aku serius kok. Aku juga cari istri.”

Oke. Paling tidak kita berdua punya tujuan yang sama.

——————————————————-

Beberapa hari kemudian, aku pulang ke rumah lebih cepat. Karena memang load pekerjaan lagi nggak terlalu banyak. Aku kaget lihat ada kendaraan Denz terparkir di depan rumah. Malam-malam di weekday. Aneh.

Lebih kaget lagi waktu lihat Denz duduk di ruang tamu bicara dengan kedua orangtuaku. Senyap………

“Duduk sini, ini Denz minta ijin sama papa,” dari nadanya kayanya ini benar-benar serius.

“Ijin apa ya?” aku masih bingung.

“Ijin menikah sama kamu,” lanjut papa.

WHAAAAAAAAAAATTTT? 

——————————————————-

Sungguh, tidak pernah kuduga ketemu jodoh di fitness club. Dan hanya dalam waktu yang relatif singkat. Kami bertemu 1 Juli 2011, mulai dekat Oktober 2011, tiba-tiba lamaran Desember 2011, dan Juni 2012 aku menjadi istrinya.

Ucapan iseng ke mas konsultan menjadi kenyataan. Hahahahaaa…

I love you, mengkiyo

 

#HowIMetMyHusband
#LoveStory
#TantanganMenulisOktober
#RumbelMenulisIIPJakarta

Spread the love

0 Comments Add yours

  1. Rotun DF says:

    Aaawww, so sweet banget inimah. Macem kisah FTV ya Mba. Cintaku bersemi di atas treadmill *eh, wkwkwk.
    Semoga samara terus ya, Mba sayang :*

  2. Iya… real story banget, hihihihiii….

  3. Based on true story, hehehee…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *